Cara Berkomunikasi Dengan Kucing

By | April 26, 2017

Cara Berbicara Dengan Kucing

Berkomunikasi adalah hal yang sangat penting untuk mengerti tujuan dan maksud satu sama lain. Komunikasi tidak terbatas pada satu spesies. Pada dasarnya semua makhluk hidup itu dapat berkomunikasi. Hanya saja cara berkomunikasi semua jenis makhluk hidup berbeda-beda. Termasuk juga saat berkomunikasi dengan binatang peliharaan.

Dalam kesempatan ini akan dibahas mengenai tips bagaimana cara berkomunikasi dengan hewan, khususnya kucing. Kucing menjadi salah satu hewan piaraan yang sangat disukai karena sifatnya yang bisa dekat dengan pemiliknya. Namun, kita dapat belajar untuk berbicara dengan bahasa kucing dan membuat kucing kita memahami apa yang kita katakan kepada si kucing. Meski tak sepenuhnya mengerti bahasa manusia, sebaiknya tetap mengajak kucing berbicara untuk membangun dan menguatkan hubungan dengan mereka.
Cara berbicara dengan kucing

Beberapa hal yang mungkin bisa membantu kita untuk berkomunikasi dengan kucing adalah dengan mengamati gerak tubuh kucing, sehingga dapat menjembatani kesenjangan komunikasi antara kita dengan kucing kita. Meskipun satu sama lain tidak tahu bahasa yang digunakan, tapi sedikit banyak akan mengerti dan paham apa maksud yang disampaikan kepada kucing ataupun sebaliknya. Berikut adalah langkah-langkah atau cara untuk memahami dan berkomunikasi dengan kucing.

Cara Bicara Dengan Kucing

  1. Mempelajari meow pitch kucing

Meow pitch kucing dapat menunjukkan beberapa tkita atau perasaan yang dirasakan oleh si kucing. Kita dapat mengertinya melalui frekuensi suara meow atau tinggi rendahnya meow pitch. Suara meow pitch rendah mengisyaratkan bahwa kucing mengeluh karena sesuatu hal. Suara meow pitch yang sedang menkitakan kucing ingin atau membutuhkan sesuatu. Sedang meow pitch yang tinggi menunjukkan kucing tersebut sedang marah atau sakit. Seiring dengan berjalannya waktu, kita akan mengetahui tinggi rendahnya meow kucing.

  1. Memperhatikan Suasana hati si kucing dengan mengamati gerak ekor kucing

Suasana hati seekor kucing juga dapat ditunjukkan dari gerak tubuh dan ekor kucing. Ketika ekor kucing lurus tegak mengisyaratkan bahwa mereka dalam keadaan bahagia. Kucing juga akan melengkungkan punggungnya ketika ia merasa penasaran. Ketika kucing sedikit kejang, ia ingin mengatakan bahwa ia sedang marah dan jengkel. Jika ekornya di antara kaki menunjukkan kucing sedang merasa tidak aman. Itulah beberapa isyarat dari bahasa ekor kucing yang bisa kita pelajari.

  1. Menggunakan kata berulang untuk membangun komunikasi dengan kucing

Menggunakan ucapan kata atau frase yang sama secara berulang-ulang sambil melakukan tindakan. Misalkan saat memberi makan, gunakan kata yang selalu sama saat memanggil dan memberi makan. Sehingga kata yang seringkali didengar oleh kucing yang berulang kali akan membuat kucing mengerti maksud dari kata yang sering kita ucapkan dan membedakan setiap panggilan yang berbeda.

  1. Merasakan kebersamaan yang tulus

Perlu kita ketahui bahwa tidak semua kucing cerewet atau sering mengeong. Tapi bukan berarti bahwa kucing itu diam. Hal ini hanya menunjukkan keberadaan mereka serta menunjukkan rasa nyaman dengan pemiliknya. Bahkan mereka akan selalu mengikuti atau membuntuti kita dalam beberapa hal untuk menemani setiap kegiatan, sehingga kita tidak akan merasa kesepian.
Cara bicara dengan kucing

  1. Memilih kata dengan akhiran “ e ”

Memberikan atau menambahkan akhiran “ e “ pada kata yang diperintahkan kita kepada kucing. Hal ini karena kucing akan menanggapi lebih baik kata-kata yang mennggunakan akhiran “ e “.

  1. Membuat kucing mengenali pemiliknya lebih dekat

Ketika kita memliki peliharaan yang kita sayangi, secara alami dan tanpa kita sadari seluruh kegiatan kita akan diketahui oleh kucing kita, sehingga mereka akan mengenali kata ketika kita memanggil mereka, dan merasakan rindu ketika jauh. Kedekatan ini juga membuat kucing sering mendekat dan merapatkan tubuhnya kepada kita sebagai untuk dukungan moril ketika pemilik sakit ataupun pada saat pemilik merasakan ketidaknyamanan.

  1. Tegas saat berbicara dengan kucing

Menggunakan kata yang tegas saat berbicara dengan kucing, tapi jangan berteriak atau menghardik saat ia melakukan kesalahan. Berteriak akan membuat kucing takut dan tidak mau berkomunikasi. Menggunakan kata yang tegas ini juga dapat menguatkan kasih sayang diantara kucing dan pemiliknya.

  1. Membangun saling pengertian dan toleransi

Membuat kebiasaan yang dibangun sehari-hari baik dalam obrolan ataupun kegiatan yang membuat kucing memiliki pengertian serta toleransi yang tinggi kepada pemiliknya. Kebiasaan ini akan membuat kucing tidak akan mengganggu ketika sang pemilik bekerja atau mengerjakan hal lain. Tidak ada kucing yang nakal apabila mereka diberitahu atau diajari hidup bersama manusia dengan baik dan santun, karena hewan juga merasakan apa yang dirasa manusia.

Demikian info mengenai tips cara berkomunikasi dan berbicara dengan kucing. Kucing bisa menangkap arti pembicaraan seseorang melalui intonasi suara, gerakan dan postur tubuh, ekspresi wajah, serta aura atau energy dari pemiliknya. Semoga informasinya bisa membantu kita dalm menjalin relasi dengan mereka.