Cara Merawat Anak Kucing

By | April 4, 2017

Cara Merawat Anak Kucing Yang Baru Lahir

Bagi yang menyukai kucing tentu kita akan berusaha untuk merawat sang kucing kesayangan. Akan lebih menyenangkan juga saat kucing kita melahirkan anaknya. Nah, kelahiran anggota baru dari peliharaan kesayangan, tentu kita harus ekstra berhati-hati dalam merawatnya. Sebab, kondisinya masih sangat rentan serta sangat membutuhkan kehangatan dari induknya.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan saat merawat bayi kucing. Namun tetap peranan induknyalah yang paling penting dan utama. Kita hanya perlu mengawasi dan membantu untuk merawat bayi kucing agar tumbuh secara optimal dan sehat. Akan berbeda jika ia tanpa induk, maka kita harus mengambil alih agar sang bayi kucing dapat bertahan.

Cara merawat anak kucing yang baru lahir

Bayi atau anak kucing yang baru lahir perlu perawatan agar ia dapat tumbuh dan bertahan

Lantas, bagaimana tips menjaga dan membesarkan anak kucing yang masih kecil? Ikuti dan terapkan metode perawatan kucing yang tepat seperti penjelasan dibawah ini.

Cara Merawat Bayi dan Anak Kucing

Tips pertama. pada saat kelahiran kucing kita juga perlu memeperhatikan beberapa kondisi dari anak kucing. Anak kucing yang normal memiliki berat sekitar 2 sampai 4 ons. Pada usia 1 minggu, anak kucing biasanya memiliki berat 2 kali dari berat badan awal. Mata anak kucing akan mampu terbuka saat umur sekitar 8 hari. Sedangkan pada usia menginjak 2 minggu fungsi pendengaran mulai berfungsi. Dia akan mulai untuk berjalan pada usia 3 minggu.

Pada usia 4 mingguan atau umur 1 bulan anak kucing biasanya mulai dapat berinteraksi dengan lingkungannya dan mulai beradaptasi serta dapat bertahan dengan suhu kamar. Beberapa hal ini perlu diketahui, karena perkembangan kucing pada waktu-waktu tertentu akan membantu kita untuk memberikan perawatan yang sesuai.
Cara merawat bayi dan anak kucing

Tips kedua. menjaga kebersihan tempat kucing baik induk dan anaknya. Termasuk membersihkan sisa-sisa kelahiran kucing. Kebersihan kandang yang baik dapat mencegah kucing terkena beberapa penyakit. Salah satu cara untuk menjaga kebersihan kandang adalah dengan secara rutin untuk membersihkan kotorannya. Meskipun pada anak kucing induknyalah yang bertanggung jawab untuk membersihkan kotoran saat bayinya mengeluarkan kotoran. Kita juga perlu secara rutin mengecek tempat kotoran kucing dan membersihkannya.

Tips ketiga, menambahkan beberapa helai kain pada kandang dengan tujuan untuk membantu memberikan rasa hangat pada induk dan bayinya sehingga anak kucing tidak menjadi kedinginan. Kita juga dapat menambahkan lampu pijar untuk tetap menjaga dan membantu agar suhu kehangatan tubuh anak kucing menjadi tercukupi.

Cara merawat bayi kucing

Suhu yang hangat juga dibutuhkan anak kucing dalam perawatannya

Tips keempat. menjaga kebersihan tubuh anak kucing, terutama pada bagian pusar dan anus karena sebagian besar bakteri dapat masuk dari daerah tersebut. Alangkah lebih baik sesekali kita mengusap pusar dan anus dengan tisu yang dibasahi dengan air hangat. Kita juga dapat sesekali menyeka mata anak kucing dengan tisu yang sudah dibasahi dengan air hangat.

Pada umur kurang dari 1 minggu usahakan menggunakan alas tangan atau selendang saat memegangnya untuk mengurangi bau manusia menempel pada tubuh kucing. Beberapa kucing akan merasakannya dan menjadi enggan menyusui, karena selain anak kucing yang sangat sensitive, induk kucing juga menjadi lebih agresif.

Tips kelima. memilih makanan yang tepat untuk anak kucing. Umur berapa anak kucing mulai makan? Pada saat usia 4 minggu anak kucing dapat disapih. Untuk itu, kita perlu memberikan susu pada mangkuk atau memberikan makanan yang sudah dibasahi dengan air atau susu untuk anak kucing. Sebaiknya jangan langsung diberi makanan padat, mengingat pencernaan anak kucing belum sempurna.

Merawat bayi kucing

pemberian susu untuk bayi atau anak kucing yang masih kecil

Tips keenam. melatih pergerakan hewan peliharaan pada usia sekitar 3 minggu. Caranya adalah dengan memberi bandul atau bola agar anak kucing lebih atraktif. Untuk melatih daya reflek agar ia bisa lebih gesit, ikuti tips berikut ini cara bermain dengan kucing. Selain itu, kita juga dapat membelai dan mengelus dengan lembut agar anak kucing merasakan nyaman dengan kita.

Tips ketujuh, melatih buang air besar. Setelah anak kucing berusia sekitar 4-5 minggu anak kucing perlu dilatih dengan membuang air dengan menggunakan pasir poop. Meskipun pada dasarnya kucing memiliki sifat alamiah untuk meniru induknya saat poop, kita juga dapat menaruh kucing pada pasir poop setelah makan. Karena biasanya kucing yang baru saja makan akan mengeluarkan kotoran.

Usahakan anak kucing selalu dekat dengan induknya serta mendapatkan asi yang maksimal dari induknya. Dekapan induk akan memberi kehangatan pada anak kucing, dan susu induknya mengandung kolostrum yang dapat secara alami membantu menjaga kesehatan anak kucing dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus.

Memperhatikan kesehatan dan kebersihan anak kucing secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan yang baik bagi kucing. Jadi kita tidak perlu pergi ke dokter hewan dengan biaya mahal. Bagi penyayang dan penggemar kucing, untuk menjaga kesehatannya serta merawatnya tidak harus dengan biaya mahal. Jika kita selalu rutin menjaga kesehatan anak kucing, serta rutin untuk membersihkannya, kucing kita tidak akan mudah sakit.

Tips dan cara perawatan yang sesuai diberikan pada anak bayi kucing yang sudah dipaparkan diatas semoga dapat membantu perkembangan dan pertumbuhan kucing kita dengan baik serta dapat menjadi kucing yang mandiri. Silahkan terapkan langkah-langkah diatas sebagai cara merawat anak kucing kesayangan kita.